I’ll do everything because I love you, and me, and….myself
Oh Donna ku sayang,
kecantikanmu membuatku mabuk kepayang. Sungguh…… Aku akan setia padamu hingga akhir hayatku…. (asal kau juga
setia padaku).
Donna-ku sayang, aku akan jaga dirimu dalam keadaan apapun. Aku bersedia
melakukan apapun demi keselamatanmu. Karena keselamatanmu adalah kebahagiaanku
juga.
Donna-ku sayang meski aku sedikit possesive, tapi kulakukan semua itu demi
dirimu, demi kebaikan dirimu. Agar kamu hidup bahagia & berhasil, keberhasilanmu
adalah kebahagiaanku juga.
Donna-ku sayang, aku benar-benar cinta padamu, sungguh..... karena engkau
adalah sumber inspirasiku, sumber kebahagiaanku.........
Tidak
salah jika manusia menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya. Tinggal bagaimana
cara yang ditempuh untuk meraihnya. Sering kali kita mengatasnamakan cinta
dalam melakukan sesuatu, apakah itu cinta antara anak & orang tua, antar
kekasih, suami-istri, atau sahabat karib. Namun, pernahkah kita tanya pada diri
sendiri, mengapa kita melakukannya? Apa benar-benar karena cinta yang murni
& tanpa pamrih? Ataukah justru karena kita mencintai kebahagiaan diri
sendiri semata?
Benarkah
kita berbahagia atas keselamatan, kebahagiaan, kesuksesan dia? Ataukah
berbahagia karena jika dia selamat kita tak perlu berhadapan dengan urusan yang
merepotkan, kalau dia berhasil kita kecipratan hidup senang, kalau dia bahagia
aku puas…..
Bagaimana
jika dia tak menerima kebaikan hati kita tuk melindunginya, saat dia tak
menuruti nasihatku, dll, akankah kita menjadi marah & kecewa karena telah
gagal menjadi “pahlawan” baginya? Jika ia menerima kebaikan orang lain &
dia bahagia, akankah kita ikut berbahagia?
Cinta
yang tulus & tanpa pamrih, tak akan mengharapkan imbal balik, tak berharap
bayaran. Melalui perantara diri kita atau orang lain, sepanjang orang itu hidup
bahagia dan memperoleh sebab-sebabnya, jauh dari penderitaan dan
sebab-sebabnya, seharusnya kita ikut berbahagia. Tidak hanya untuk mereka yang
dekat dengan diri kita atau baik pada kita saja, tetapi juga untuk yang lainnya
tanpa batas.
Maka,
“rejoice” atau “ber-mudita” atas kebahagiaan orang lain akan benar-benar
bermakna.

Recent Comments