Ih…., serem banget ya topiknya. Bagi sebagian org, ini tabu untuk dibicarakan, pamali kalo sampe kepikiran.
Beberapa waktu lalu, seorang temanku kirim berita tentang seseorang yg masih muda meninggal mendadak. Dicantumkan jg blogs org tsb. Org yg baca blogs-nya pasti akan secara otomatis terdorong untuk berdiam sejenak, mendoakan beliau beserta keluarganya. Banyak org yg bersimpati pada beliau. Pastilah karena kebajikan yg ia lakukan sehingga ia memperoleh nama harum, simpati & doa dari banyak org, meskipun dari org2 yg tak pernah bertegur sapa dengannya, ya kayak aku sendiri yg baru baca blogs-nya sejak berita kematiannya.
Setelah itu, aku berpikir, usia dia tak jauh berbeda dg org tersebut, bukan tidak mungkin jika aku pun akan mengalami hal tersebut. Usia muda bukan jaminan. Tidak ada aturan main dg system FIFO (first in first out) seperti dlm inventory system. Banyak anak yg meninggal mendahului orang tuanya, bahkan nenek kakeknya.
Setiap makluk yang terlahir di dunia ini, akan mati, semua org sudah tahu itu. Tapi kapan? Tidak ada yg tahu. Bisa saja tahun depan, bulan ini, atau bahkan hari ini. Jika kematian itu datang padaku saat ini, sudah siapkah aku menghadapinya?
Mencoba berargumen bahwa aku tidak akan mati hari ini. Aku kan sehat2, aku tidak mengidap sakit apapun. Tapi bukan hanya 1 atau 2 contoh yg kudengar, org yg sehat segar bugar meninggal tanpa gejala sakit apapun. Banyak caranya, bisa saja kecelakaan, salah makan, atau tiba2 tersungkur seperti pemain bola …….. (namanya lupa, osin pasti inget) yg meninggal di lapangan ketika bertanding. Atau seperti seorang supplierku, org yg sehat badannya jg kuat, tiba2 kudengar dia meninggal karena terjatuh & pendarahan di otak. Atau tetanggaku dulu & salah satu pegawai dari customer, cuma gara2 masuk angin! Serta cerita serupa yg akan panjang jika diceritakan satu persatu. Kondisi sehat yg kunikmati saat ini bukan jaminan aku terhindar dari kematian. Jadi, aku bisa saja mati hari ini.
Lalu, pikiranku berlari mencari tempat yg aman untuk berlindung. Dimana? Jika ada tempat tersebut, tentunya saat ini sudah dipenuhi org2 yg sekarat, org2 sakit, & tentunya Anda pun akan pergi ke tempat tersebut. Jadi lupakanlah…………
Adakah cara menghalau “Raja Kematian”? Jika raja dengan kekuasaan yg besar, pasukan perang tangguh, penjaga istana yg banyak saja tak ada yg mampu menghalau “Kematian”, tidak ada diantara mereka yg berjaya dimasa lampau masih hidup hingga saat ini, apalagi aku rakyat jelata? Ataukah kesaktian, ilmu kebal, atau????? Ah, sampai hari ini, tak ada satupun manusia yang katanya sakti yg mampu menghalau “Kematian”.
Artinya, kita pasti akan mati, kita semua tahu hal itu. Kapan? Ntah beberapa tahun lagi, ntah tahun depan, bulan depan, minggu depan, atau bisa saja hari ini. Apakah yg telah kulakukan untuk menghadapi kematian, agar aku bisa mati dg sukses (istilah suhu)?
Seperti seseorang yang hendak melakukan perjalanan jauh, mempersiapkan segala hal, mulai dari perbekalan, peta perjalanan, uang, baju, kaca mata hitam (buat gaya……..), begitupun seharusnya aku melakukan persiapan supaya ketika “Taxi Kematian” datang menjemput, segala perbekalan sdh disiapkan & tidak perlu mencari2nya lagi.
Sekarang, sudah siapkah aku dengan “perbekalan” itu? Bagaimana dg Anda? (siga iklan)
Recent Comments